Posted by gio akram Senin, 13 Mei 2013 2 komentar

A.  DEFINISI

Sosiologi berasal dari bahasa Latin yaitu Socius yang berarti kawan, teman sedangkan Logos berarti ilmu pengetahuan. Jadi Sosiologi adalah ilmu pengetahuan tentang masyarakat. Masyarakat adalah sekelompok individu yang mempunyai hubungan, memiliki kepentingan bersama, dan memiliki budaya. Sosiologi hendak mempelajari masyarakat, perilaku masyarakat, dan perilaku sosial manusia dengan mengamati perilaku kelompok yang dibangunnya. Kelompok tersebut mencakup keluarga, suku bangsa, negara, dan berbagai organisasi politik, ekonomi, sosial. Istilah Sosiologi sebagai cabang Ilmu Sosial dicetuskan pertama kali oleh ilmuwan Perancis, bernama August Comte tahun 1842. Sehingga Comte dikenal sebagai Bapak Sosiologi. Selanjutnya Émile Durkheim ilmuwan sosial Perancis yang kemudian berhasil melembagakan Sosiologi sebagai disiplin akademis. Di Inggris Herbert Spencer mempublikasikan Sosiology pada tahun 1876. Di Amerika Lester F. Ward mempublikasikan Dynamic Sosiology. Sebagai sebuah ilmu, sosiologi merupakan pengetahuan kemasyarakatan yang tersusun dari hasil-hasil pemikiran ilmiah dan dapat di kontrol secara kritis oleh orang lain atau umum.
Sosiologi merupakan sebuah istilah yang berasal dari kata latin socius yang artinya teman, dan logos dari kata Yunani yang berarti cerita, diungkapkan pertama kalinya dalam buku yang berjudul "Cours De Philosophie Positive" karangan August Comte (1798-1857). Sosiologi muncul sejak ratusan, bahkan ribuan tahun yang lalu. Namun sosiologi sebagai ilmu yang mempelajari masyarakat baru lahir kemudian di Eropa. Sejak awal masehi hingga abad 19, Eropa dapat dikatakan menjadi pusat tumbuhnya peradaban dunia, para ilmuwan ketika itu mulai menyadari perlunya secara khusus mempelajari kondisi dan perubahan sosial. Para ilmuwan itu kemudian berupaya membangun suatu teori sosial berdasarkan ciri-ciri hakiki masyarakat pada tiap tahap peradaban manusia.


Dalam buku itu, Comte menyebutkan ada tiga tahap perkembangan intelektual, yang masing-masing merupakan perkembangan dari tahap sebelumya.

Tiga tahapan itu adalah :

  1. Tahap teologis; adalah tingkat pemikiran manusia bahwa semua benda di dunia mempunyai jiwa dan itu disebabkan oleh suatu kekuatan yang berada di atas manusia.
  2. Tahap metafisis; pada tahap ini manusia menganggap bahwa didalam setiap gejala terdapat kekuatan-kekuatan atau inti tertentu yang pada akhirnya akan dapat diungkapkan. Oleh karena adanya kepercayaan bahwa setiap cita-cita terkait pada suatu realitas tertentu dan tidak ada usaha untuk menemukan hukum-hukum alam yang seragam.
  3. Tahap positif; adalah tahap dimana manusia mulai berpikir secara ilmiah.

Comte kemudian membedakan antara sosiologi statis dan sosiologi dinamis. Sosiologi statis memusatkan perhatian pada hukum-hukum statis yang menjadi dasar adanya masyarakat. Sosiologi dinamis memusatkan perhatian tentang perkembangan masyarakat dalam arti pembangunan. Rintisan Comte tersebut disambut hangat oleh masyarakat luas, tampak dari tampilnya sejumlah ilmuwan besar di bidang sosiologi. Mereka antara lain Herbert Spencer, Karl Marx, Emile Durkheim, Ferdinand Tönnies, Georg Simmel, Max Weber, dan Pitirim Sorokin(semuanya berasal dari Eropa). Masing-masing berjasa besar menyumbangkan beragam pendekatan mempelajari masyarakat yang amat berguna untuk perkembangan Sosiologi.
  • Herbert Spencer memperkenalkan pendekatan analogi organik, yang memahami masyarakat seperti tubuh manusia, sebagai suatu organisasi yang terdiri atas bagian-bagian yang tergantung satu sama lain.
  • Karl Marx memperkenalkan pendekatan materialisme dialektis, yang menganggap konflik antar-kelas sosial menjadi intisari perubahan dan perkembangan masyarakat.
  • Emile Durkheim memperkenalkan pendekatan fungsionalisme yang berupaya menelusuri fungsi berbagai elemen sosial sebagai pengikat sekaligus pemelihara keteraturan sosial.
  • Max Weber memperkenalkan pendekatan verstehen (pemahaman), yang berupaya menelusuri nilai, kepercayaan, tujuan, dan sikap yang menjadi penuntun perilaku manusia.

Berikut ini definisi-definisi sosiologi yang dikemukakan beberapa ahli.

Ø  Pitirim Sorokin
Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala sosial (misalnya gejala ekonomi, gejala keluarga, dan gejala moral), sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara gejala sosial dengan gejala non-sosial, dan yang terakhir, sosiologi adalah ilmu yang mempelajari ciri-ciri umum semua jenis gejala-gejala sosial lain.

Ø  Roucek dan Warren
Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dalam kelompok-kelompok.

Ø  William F. Ogburn dan Mayer F. Nimkopf
Sosiologi adalah penelitian secara ilmiah terhadap interaksi sosial dan hasilnya, yaitu organisasi sosial.

Ø  J.A.A Von Dorn dan C.J. Lammers
Sosiologi adalah ilmu pengetahuan tentang struktur-struktur dan proses-proses kemasyarakatan yang bersifat stabil.

Ø  Max Weber
Sosiologi adalah ilmu yang berupaya memahami tindakan-tindakan sosial.

Ø  Selo Sumardjan dan Soelaeman Soemardi
Sosiologi adalah ilmu kemasyarakatan yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial termasuk perubahan sosial.
   
Dari berbagai definisi diatas, maka dapat disimpulkan bahwa :
Sosiologi adalah ilmu yang membicarakan apa yang sedang terjadi saat ini, khususnya pola-pola hubungan dalam masyarakat serta berusaha mencari pengertian-pengertian umum, rasional, empiris serta bersifat umum.

B.  KONSEP SOSIOLOGI

Ø  Fakta sosial
Fakta sosial adalah cara bertindak, berpikir, dan berperasaan yang berada di luar individu dan mempunya kekuatan memaksa dan mengendalikan individu tersebut. Contoh, di sekolah seorang murid diwajidkan untuk datang tepat waktu, menggunakan seragam, dan bersikap hormat kepada guru. Kewajiban-kewajiban tersebut dituangkan ke dalam sebuah aturan dan memiliki sanksi tertentu jika dilanggar. Dari contoh tersebut bisa dilihat adanya cara bertindak, berpikir, dan berperasaan yang ada di luar individu (sekolah), yang bersifat memaksa dan mengendalikan individu (murid).

Ø  Tindakan sosial
Tindakan sosial adalah suatu tindakan yang dilakukan dengan mempertimbangkan perilaku orang lain. Contoh, menanam bunga untuk kesenangan pribadi bukan merupakan tindakan sosial, tetapi menanam bunga untuk diikutsertakan dalam sebuah lomba sehingga mendapat perhatian orang lain, merupakan tindakan sosial.

Ø  Khayalan sosiologis
Khayalan sosiologis diperlukan untuk dapat memahami apa yang terjadi di masyarakat maupun yang ada dalam diri manusia. Menurut Wright Mills, dengan khayalan sosiologi, kita mampu memahami sejarah masyarakat, riwayat hidup pribadi, dan hubungan antara keduanya.
Alat untuk melakukan khayalan sosiologis adalah troubles dan issues. Troubles adalah permasalahan pribadi individu dan merupakan ancaman terhadap nilai-nilai pribadi. Issues merupakan hal yang ada di luar jangkauan kehidupan pribadi individu. Contoh, jika suatu daerah hanya memiliki satu orang yang menganggur, maka pengangguran itu adalah trouble. Masalah individual ini pemecahannya bisa lewat peningkatan keterampilan pribadi. Sementara jika di kota tersebut ada 12 juta penduduk yang menganggur dari 18 juta jiwa yang ada, maka pengangguran tersebut merupakan issue, yang pemecahannya menuntut kajian lebih luas lagi.

Ø  Realitas sosial
Seorang sosiolog harus bisa menyingkap berbagai tabir dan mengungkap tiap helai tabir menjadi suatu realitas yang tidak terduga. Syaratnya, sosiolog tersebut harus mengikuti aturan-aturan ilmiah dan melakukan pembuktian secara ilmiah dan objektif dengan pengendalian prasangka pribadi, dan pengamatan tabir secara jeli serta menghindari penilaian normatif.

C.  KARAKTERISTIK SOSIOLOGI
Sosiologi merupakan salah satu bidang ilmu sosial yang mempelajari masyarakat. Sosiologi sebagai ilmu telah memenuhi semua unsur ilmu pengetahuan. Menurut Harry M. Johnson, yang dikutip oleh Soerjono Soekanto, sosiologi sebagai ilmu mempunyai ciri-ciri, sebagai berikut:
  • Empiris, yaitu didasarkan pada observasi dan akal sehat yang hasilnya tidak bersifat spekulasi (menduga-duga).
  • Teoritis, yaitu selalu berusaha menyusun abstraksi dari hasil observasi yang konkret di lapangan, dan abstraksi tersebut merupakan kerangka dari unsur-unsur yang tersusun secara logis dan bertujuan menjalankan hubungan sebab akibat sehingga menjadi teori.
  • Komulatif, yaitu disusun atas dasar teori-teori yang sudah ada, kemudian diperbaiki, diperluas sehingga memperkuat teori-teori yang lama.
  • Nonetis, yaitu pembahasan suatu masalah tidak mempersoalkan baik atau buruk masalah tersebut, tetapi lebih bertujuan untuk menjelaskan masalah tersebut secara mendalam.

Hakikat sosiologi sebagai ilmu pengetahuan sebagai berikut.

  • Sosiologi adalah ilmu sosial karena yang dipelajari adalah gejala-gejala kemasyarakatan.
  • Sosiologi termasuk disiplin ilmu normatif, bukan merupakan disiplin ilmu kategori yang membatasi diri pada kejadian saat ini dan bukan apa yang terjadi atau seharusnya terjadi.
  • Sosiologi termasuk ilmu pengetahuan murni (pure science) dan ilmu pengetahuan terapan.
  • Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan abstrak dan bukan ilmu pengetahuan konkret. Artinya yang menjadi perhatian adalah bentuk dan pola peristiwa dalam masyarakat secara menyeluruh, bukan hanya peristiwa itu sendiri.
  • Sosiologi bertujuan menghasilkan pengertian dan pola-pola umum, serta mencari prinsip-prinsip dan hukum-hukum umum dari interaksi manusia, sifat, hakikat, bentuk, isi, dan struktur masyarakat manusia.
  • Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang empiris dan rasional. Hal ini menyangkut metode yang digunakan.
  • Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan umum, artinya sosiologi mempunyai gejala-gejala umum yang ada pada interaksi antara manusia.

D.  RUANG LINGKUP KAJIAN SOSIOLOGI

Sebagai ilmu pengetahuan, sosiologi mengkaji lebih mendalam pada bidangnya dengan cara bervariasi. Misalnya seorang sosiologi mengkaji dan mengamati kenakalan remaja di Indonesia saat ini, mereka akan mengkaji mengapa remaja tersebut nakal, mulai kapan remaja tersebut berperilaku nakal, sampai memberikan alternatif pemecahan masalah tersebut. Hampir semua gejala sosial yang terjadi di desa maupun di kota baik individu ataupun kelompok, merupakan ruang kajian yang cocok bagi sosiologi, asalkan menggunakan prosedur ilmiah. Ruang lingkup kajian sosiologi lebih luas dari ilmu sosial lainnya. Hal ini dikarenakan ruang lingkup sosiologi mencakup semua interaksi sosial yang berlangsung antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, serta kelompok dengan kelompok di lingkugan masyarakat. Ruang lingkup kajian sosiologi tersebut jika dirincikan menjadi beberapa hal, misalnya antara lain:

  • Ekonomi beserta kegiatan usahanya secara prinsipil yang berhubungan dengan produksi, distribusi,dan penggunaan sumber-sumber kekayaan alam;
  • Masalah manajemen yaitu pihak-pihak yang membuat kajian, berkaitan dengan apa yang dialami warganya;
  • Persoalan sejarah yaitu berhubungan dengan catatan kronologis, misalnya usaha kegiatan manusia beserta prestasinya yang tercatat, dan sebagainya.

Sosiologi menggabungkan data dari berbagai ilmu pengetahuan sebagai dasar penelitiannya. Dengan demikian sosiologi dapat dihubungkan dengan kejadian sejarah, sepanjang kejadian itu memberikan keterangan beserta uraian proses berlangsungnya hidup kelompok-kelompok, atau beberapa peristiwa dalam perjalanan sejarah dari kelompok manusia. Sebagai contoh, riwayat suatu negara dapat dipelajari dengan mengungkapkan latar belakang terbentuknya suatu negara, faktor-faktor, prinsip-prinsip suatu negara sampai perjalanan negara di masa yang akan datang. Sosiologi mempertumbuhkan semua lingkungan dan kebiasaan manusia, sepanjang kenyataan yang ada dalam kehidupan manusia dan dapat memengaruhi pengalaman yang dirasakan manusia, serta proses dalam kelompoknya. Selama kelompok itu ada, maka selama itu pula akan terlihat bentuk-bentuk, cara-cara, standar, mekanisme, masalah, dan perkembangan sifat kelompok tersebut. Semua faktor tersebut dapat memengaruhi hubungan antara manusia dan berpengaruh terhadap analisis sosiologi.

E.  TEORI SOSIOLOGI

Dalam sosiologi terdapat tiga macam paradigma yaitu paradima fakta sosial, paradigma definisi sosial dan paradigma perilaku sosial.
Paradigma adalah pandangan yang mendasar dari ilmuwan tentang apa yang menjadi pokok persoalan semestinya dipelajari oleh suatu cabang ilmu pengetahuan. Paradigma membantu merumuskan tentang apa yang harus dipelajari, persoalan-persoalan apa yang mesti dijawab, bagaimana seharusnya menjawab serta aturan-aturan apa saja yang harus diikuti dalam menginterpretasikan informasi yang dikumpulkan dalam rangka menjawab persoalan-persoalan tersebut.

Struktural fungsional merupakan pendekatan pada teori sosiologis yang mempelajari masyarakat sebagai unit-unit sosial yang relatif stabil dan terpola serta penyesuaian bagian-bagian tersebut ke dalam sistem keseluruhan, melihat masyarakat terdiri dari bagian-bagian yang saling bergantung dan berhubungan dengan norma-norma yang mengarahkan peranan-peranan status, berbagai status itu saling berhubungan sehingga membentuk lembaga-lembaga dalam masyarakat, lembaga-lembaga itu juga saling tergantung.

Van den Berghe telah merangkum 7 ciri-ciri umum teori struktural fungsional yakni
  1. Masyarakat harus dianalisis selaku keseluruhan, selaku "sistem yang terdiri dari bagian-bagian yang saling berhubungan".
  2. Hubungan sebab dan akibatnya bersifat "jamak dan timbal balik".
  3. Sistem sosial senantiasa berada dalam keadaan "keseimbangan dinamis", penyesuaian terhadap kekuatan yang menimpa sistem menimbulkan perubahan minimal di dalam sistem itu.
  4. Integrasi sempurna tak pernah terwujud, setiap sistem mengalami ketegangan dan penyimpangan namun cenderung dinetralisir melalui institusionalisasi.
  5. Perubahan pada dasarnya berlangsung secara lambat lebih merupakan proses penyesuaian ketimbang perubahan revolusioner.
  6. Perubahan adalah hasil penyesuaian atas perubahan yang terjadi di luar sistem, pertumbuhan melalui diferensiasi dan melalui penemuan-penemuan internal.
  7. Masyarakat terintegrasi melalui nilai-nilai bersama.

Teori menurut Talcott Parsons

Setiap sistem mempunyai empat fungsi memaksa:
  • Adaptasi artinya setiap sistem harus menghadapi dan harus berhasil menyelesaikan masalah-masalah,
  • Pencapaian tujuan, tujuan adalah fungsi kepribadian
  • Integrasi, integrasi adalah fungsi sistem sosial dan
  • Pemeliharaan pola yang tersembunyi, pemeliharaan pola adalah fungsi kultur. Pada tingkat sistem sosial, fungsi-fungsi ini secara berurutan berhubungan dengan ekonomi, pemerintahan, hukum dan keluarga.

F.     STUDI KASUS

Kasus I:
Peraturan pemerintah yang memberlakukan kenaikan tarif jalan tol, menyebabkan kemacetan lalu lintas yang luar biasa. Belum lagi menyebabkan naiknya harga-harga barang lain. Hal ini juga menyebabkan perlawanan masyarakat yang disebut class action (gugatan kelompok), karena dianggap melanggar hak-hak publik. Kasus kenaikan tarif tol meluas menjadi masalah sosial yang dihadapi banyak orang.
## Kasus tersebut bila dilihat dari perspektif Tata Tertib Sosial:
  • Teori Fungsionalis: Pemerintah memutuskan untuk menaikkan tarif bagi pengguna jalan tol, selain berdasar pada UU atau PP No. 15 tahun 2005 tentang jalan tol, hal ini juga terjadi karena beberapa alasan lain. Diantaranya, karena adanya laju inflasi, dan untuk meningkatkan pelayanan jalan tol. Hal ini juga dianggap dapat mendorong investasi asing di bidang jalan tol.
  • Teori Konflik: Dengan berlakunya peraturan berupa kenaikan tarif jalan tol ini, pemerintah dianggap membela kepentingan investor dengan mengabaikan hak-hak pengguna jalan tol. Pelayanan yang diberikan oleh pengelola jalan tol juga dianggap tidak sepadan dengan naiknya tarif.
Penyebab:
Kenaikan tarif jalan tol ini disebabkan oleh rencana pihak Jasa Marga untuk menambah ruas jalan tol, namun masih membutuhkan dana yang tidak sedikit. Sedangkan, gugatan dari masyarakat (class action) disebabkan oleh tidak puasnya asyarakat atas pelayanan jalan tol, dan tarif jalan tol yang mahal tersebut dianggap memberatkan masyarakat.

Dampak:
Dampak dari kenaikan tarif tersebut cukup luas. Diantaranya, jalan-jalan arteri dan lingkungan menjadi semakin macet. Hal lain yang secara tidak langsung ditimbulkan adalah naiknya harga-harga lain, seperti harga angkutan dan harga bahan-bahan pokok. Hal-hal seperti ini dapat menambah beban masyarakat.

Solusi:
Pemerintah seharusnya memberikan subsidi lebih untuk membangun dan memperbaiki jalan tol, sehingga hal ini tidak perlu terjadi.

Kasus II:
Maraknya kasus bunuh diri di kalangan siswa-siswi SD. Selama dua tahun terakhir, kasus bunuh diri semakin banyak dijumpai pada anak-anak berusia SD atau SMP.
## Kasus tersebut bila dilihat dari pandangan Emile Durkheim:
  • Menurut Emile Durkheim, sosiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang fakta sosial. Fakta sosial: Cara berpikir, berperasaan, bertindak di luar individu dan memiliki kekuatan memaksa dan mengendalikan. Penyebab paling kuat dari kasus bunuh diri di kalangan anak-anak tersebut berasal dari lingkungannya (ejekan teman-temannya, kesulitan ekonomi, tekanan dari sekolah atau orang tua), sehingga anak-anak tersebut merasa tertekan dan depresi, dan mendorong mereka untuk bunuh diri.
Penyebab:
  1. Anak-anak yang melakukan bunuh diri tersebut mendapat tekanan dan pengaruh yang besar dari lingkungan sekitarnya, baik dari kehidupan sehari-hari maupun sekolahnya.
  2. Rendahnya tingkat ekonomi , sehingga anak-anak merasa tertekan dan malu
  3. Rendahnya tingkat pendidikan, baik anak-anak maupun orangtua, sehingga mereka seringkali tidak bisa memecahkan masalah yang menekan mereka.
Dampak:
Kasus bunuh diri anak-anak tersebut dapat membuat contoh yang buruk bagi anak-anak lain. Dengan pemberitaan kasus-kasus tersebut di media massa, dapat membuat mereka melakukan hal yang sama.

Solusi:
  • Memupuk rasa kebersamaan dan saling tolong-menolong diantara anak-anak sekolah.
  • Memperbaiki tingkat pendidikan dan ekonomi masyarakat.

SUMBER
  • http://www.nilaieka.blogspot.com/
  • http://altawindiana.blogspot.com/
  • http://wikipedia.com/     
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: DEFINISI SOSIOLOGI
Ditulis oleh gio akram
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://gioakram13.blogspot.com/2013/05/definisi-sosiologi.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

2 komentar:

les privat Sigma mengatakan...

makasih gan artikelnya sangat bermanfaat sekali

gio akram mengatakan...

sama-sama

Posting Komentar