Posted by gio akram Jumat, 05 April 2013 1 komentar

Imperialisme ialah politik untuk menguasai (dengan paksaan) seluruh dunia untuk kepentingan diri sendiri yang dibentuk sebagai imperiumnya. "Menguasai" disini tidak perlu berarti merebut dengan kekuatan senjata, tetapi dapat dijalankan dengan kekuatan ekonomi, kultur, agama dan ideologi, asal saja dengan paksaan. Imperium disini tidak perlu berarti suatu gabungan dari jajahan-jajahan, tetapi dapat berupa daerah-daerah pengaruh, asal saja untuk kepentingan diri sendiri. Apakah beda antara imperialisme dan kolonialisme ? Imperialisme ialah politik yang dijalankan mengenai seluruh imperium. Kolonilisme ialah politik yang dijalankan mengenai suatu koloni, sesuatu bagian dari imperium jika imperium itu merupakan gabungan jajahan-jajahan.Lazimnya imperialisme dibagi menjadi dua:

  • Imperialisme Kuno (Ancient Imperialism). Inti dari imperialisme kuno adalaH semboyan gold, gospel, and glory (penyebaran agama, kekayaan dan kejayaan). Suatu negara merebut negara lain untuk menyebarkan agama, mendapatkan kekayaan dan menambah kejayaannya. Imperialisme ini berlangsung sebelum revolusi industri dan dipelopori oleh Spanyol dan Portugal. 
  • Imperialisme Modern (Modern Imperialism). Inti dari imperialisme modern ialah kemajuan ekonomi. Imperialisme modern timbul sesudah revolusi industri. Industri besar-besaran (akibat revolusi industri) membutuhkan bahan mentah yang banyak dan pasar yang luas. Mereka mencari jajahan untuk dijadikan sumber bahan mentah dan pasar bagi hasil industri, kemudian juga sebgai tempat penanaman modal bagi kapital surplus.
Menurut Lenin: Imperialisme sebagai sebuah sistem ekonomi-politik. Pemahaman ini, menurut Lenin, adalah pemahaman dasar bagi sebuah upaya untuk memahami imperialisme secara keseluruhan. Imperialisme merupakan sebuah sistem ekonomi-politik, artinya ia adalah sebuah proses ekonomi yang memiliki perwujudan dalam keputusan-keputusan politik. Ekonomi imperialis dan politik imperialis adalah dua hal yang berbeda dan seringkali saling bertentangan, namun politik imperialis selalu merupakan perwujudan dari proses ekonomi imperialis itu sendiri. Hukum dialektika, kesalingrasukan dari hal-hal yang bertentangan (interpenetration of the opposites), mendiktekan bahwa kedua hal ini tidaklah terpisahkan.
Ciri-ciri Pokok Imperialisme
Peleburan dan Kombinasi Kapital
Menurut Lenin, ciri pertama dan terpenting dari Imperialisme adalah "konsentrasi kekuatan produktif". Meleburnya Kekuasaan Keuangan, Industri dan Birokrasi
Ciri kedua yang diuraikan secara panjang lebar oleh Lenin adalah "oligarki kapital"
Di masa modern ini, contoh oligarki kapital yang paling menyolok dapat kita temui dalam kasus Enron. Enron, sebuah perusahaan pemasok enerji yang merupakan perusahaan nomor tujuh terbesar di AS. Kejatuhan Enron merupakan pemicu runtuhnya bangunan kartu yang rapuh dari pasar modal AS, yang sampai kini masih terasa gaungnya di pasar modal dunia. Namun, bukan keruntuhan itu sendiri fokus kita kali ini melainkan jalinan yang begitu erat antara Enron dengan birokrasi dan bank. Mari kita telaah data-data di bawah ini:
1. Enron telah menyumbang "dana pemilu" sebesar USD 1,7 milyar untuk partai Republik sepanjang sejarahnya. Enron memberi sumbangan pula pada partai Demokrat sebesar USD 700 juta;
2. Begitu Bush naik ke tampuk kekuasaan, para eksekutif Enron mengadakan pertemuan sampai enam kali dengan Wakil Presiden Dick Cheney untuk membahas soal kebijakan mengenai enerji;
3. Bush adalah pemegang saham di Texas Oil Co. dan Cheney adalah CEO di Halliburton, sebuah perusahaan peralatan pengeboran minyak;7
4. Kenneth Lay, CEO Enron, menjabat Bendahara/Penggalang Dana dalam panitia kampanye Bush;
5. Sebulan setelah duduk di tampuk kepresidenan, Bush Jr. menunjuk Pat Wood, seorang eksekutif Enron, menjadi ketua dari Komisi Pengaturan Enerji Federal;
Ekspor Kapital
Sembari menjelaskan bagaimana hubungan antara Negara (aparatus birokrasi, militer dan ideologi) dengan para penguasa keuangan dan industri, kutipan di atas juga menjelaskan pada kita bagaimana ekspor kapital10 merupakan salah satu fitur utama dari imperialisme.
Konsekuensi
Di bawah imperialisme, politik adalah perpanjangan dari konflik konsentrasi capital Tentara nasional berpihak pada imperialism Lenin menegaskan satu hal lagi: bahwa imperialisme akan menggunakan tentara lokal untuk menjaga kepentingannya.19 Bahkan Lenin menyatakan bahwa negeri imperialis yang akan menjadi yang paling berhasil adalah negeri yang paling sanggup menggalang tentara lokal untuk berperang bagi mereka.
Akibat Penjajahan Non-fisik
Badan Dunia yang menangani masalah pangan, World Food Programme (WFP) memperkiranakan, anak Indonesia yang menderita kelaparan akibat kekurangan pangan saat ini berjumlah 13 juta orang (Suara Pembaruan, 11/7/07).
Menurut laporan Australia-Indonesia partnership (Juli 2004), "Lebih dari separuh penduduk Indonesia yang berjumlah 210 juta rawan terhadap kemiskinan".
Pada tahun 2002, Bank Dunia memperkirakan 53% penduduk atau sekitar 111 juta jiwa hidup di bawah garis kemiskinan dengan standar internasional yaitu US$ 2 perhari. Sekitar 25 juta penduduk Indonesia buta huruf. Hampir 50 juta jiwa menderita gangguan kesehatan dan tidak memiliki akses ke fasilitas kesehatan. Banyak komunitas tidak memiliki infrastruktur dasar yang memadai seperti penyediaan air bersih, sanitasi, transportasi, jalan raya dan listrik. Pengangguran di negeri ini diperkirakan meningkat menjadi 11,1 persen pada tahun 2006 atau menacapai 41% (Antara News, 7/7/07).
Dalam konteks global, setelah hampir sepuluh tahun pelaksanaan World Food Summit (WFS) tahun 1996 di Roma,jumlah produksi pangan dunia dipandang telah mencukupi. Ditengah melimpahnya produk pangan, justeru angka kelaparan terus meningkat hingga mencapai 840juta jiwa. Ironis? Jika kemerdekaan diukur dari kemakmuran saja, bangsa ini sebetulnya belum merdeka. Apalagi jika tolak ukurnya adalah kemandirian, bangsa ini sangat jauh dari merdeka. Fakta bahwa hukum yang berlaku di Indonesia 80% merupakan warisan Belanda. Penjajahan Belanda memang telah berhasil diusir, akan tetapi hukumnya tetap dipakai dan dilestarikan. Pembuatan perundang-undangan tidak lepas dari campur tangan asing (UU Sumber daya Air, UU Migas, UU Penanaman Modal hingga RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi. Titik sentral keterpurukan dunia ketiga dan negara–negara berkembang adalah "Penjajahan Ekonomi" oleh Amerika dan sekutunya. Perkins dalam bukunya menceritakan, fungsi dirinya sebagai Agen Amerika adalah memuluskan rencana–rencana Amerika menghancurkan ekonomi negara& negara berkembang lewat hutang dan monopoli perdagangan. Begitupun yang diungkapkan oleh Chomsky dalam bukunya "Imperial Ambitions".
Dengan latar belakangnya sebagai pakar Linguistik, Chomsky yang berasal dari MIT ini mengungkapkan berbagai kontra pernyataan dan tindakan dari AS–Sekutu dalam rangka menguasai dunia. Chomsky juga menyinggung manfaat dari Economic Imperialism AS ini tidaklah memberikan manfaat sepenuhnya bagi negeri Paman Sam, hanya dinikmati oleh beberapa penguasa dan elit politik AS.
MenurutProf. Dr Hassan Ko Nakata dari Sekolah Teologi Universitas Doshisha, Jepang, dalam makalahnya di Stadion Bung karno 12 Agustus 2007, bahwa penjajahan modern hanya mungkin dilawan oleh ideologi yang juga bersifat global.
Menurut prof. Nakata, Islam dengan sistem Khilafahnya juga berfungsi sebagai sarana pembebasan umat manusia dari penjara negara-bangsa saat ini yang eksploitatif.

TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Pengertian Imperialisme
Ditulis oleh gio akram
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://gioakram13.blogspot.com/2013/04/pengertian-imperialisme.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

1 komentar:

Nunung mengatakan...

Makasih penjelasan pengertian Imperialismenya.

Posting Komentar