Posted by gio akram Sabtu, 18 Mei 2013 0 komentar
Berbagai kegiatan lain seperti memberi pinjaman pada karyawan, memberi uang muka pada anak perusahaan atau, penjualan penjualan aktiva tetap yang sudah tidak digunakan dalam perusahaan, dan pengakuan akuntansi karena dasar waktu (accrual basis), istilah tagihan di sini dimaksud¬kan dengan klaim perusahaan atas uang, barang-barang atau jasa-jasa terhadap pihak-pihak lain. Dalam akuntansi pngertian tagihan biasanya digunakan untuk klaim yang di;unasi dengan uang.

KLASIPIKASI TAGIHAN

Tagihan bias timbul dari berbagai macam sumber,tetapi jumlah yang terbesar biasanya timbul dari penjualan barang atau jasa. Tagihan-tagihan yang dimiliki perusahaan dibagi dalam dua kelompok yaitu:
1.    Tagihan-tagihan yang tidak didukung dengan janji tertulis disebut piutang
2.    Tagihan-tagihan yang didukung dengan janji tertulis disebut piutang wesel

Piutang diklasifikasikan lagi dalam beberapa judul sebagai berikut:
-    Piutang dagang (piutang)
-    Piutang bukan dagang,
-    Piutang penghasilan

PIUTANG

Piutang dagan (piutan gusaha) menunjukkan piutang yang timbul dari penjulan barang-barang atau jasa-jasa yang dihasilkan perusahaan. Dalam kegiatan perusahaan yang normal, biasanya piutang dagang akan dilunasi dalam jangka waktu kurang dari satu tahun, sehinga dikelompokan dalam aktiva lancer.

Piutang yang timbul bukan dari penjualan barang-barang atau jasa yang dihasilkan perusahaan tidak termasuk dalam kelompok piutang dagang tetapi dikelompokan tersendiri dengan judul piutang bukan dagang (bukan usaha) .
Kadang-kadang terjadi rekening uang dengan saldo debit yang berasal dari adanya pengembalian baran-baran gsesudah adanya pelunasan. Saldo debit utang ini dalam neraca dilaporkan sebagai aktiva lancer. Begitu halnya juga piutang dengan saldo kredit, pada tanggal neraca akan dilaporkan sabagai utang jangka pendek.  

PENILAIAN PIUTANG

Dari prinsip diatas dapat diketahui bahwa untuk melaporkan piutan gdalam neraca adalah sebesar jumlah piutang yang realissikan, yaitu jumlah yang diharapkan akan dapat ditagih. Jumlah utang yang diharakan akan ditagih dihutang dengan mengurangkan jumlah yang diperkirakan akan tidak dapat titagih dalam jumlah piutang.

CADANGAN KERUGIAN PIUTANG

Dalam metode cadangan setiap akhir periode dilakukan penaksiran jumlah kerugia piutan yang akan dibebankan ke periode yang bersangkutan. Ada dua dasar untuk menentukan jumlah kerugian piutang yaitu:
1.    Jumlah enjualan
2.    Saldo piutang

PENGHAPUSAN PIUTANG

Piutang yang jelas-jelas tidak dapat ditagih ditagih karena debiturnya lari, meniggal, bangkrut, atau sebab-seba lain harus dihapuskan dari rekening piutang. Penghapusan piutang ini merupakan suatu kerugian, pencatatannya tidak dibebankan kereking kerugian piutang dibebanka kereking cadangan kerugian piutang, karena kerugian piutangnya terakhir piutang sebelumnya. 

PENGUNAAN PIUTANG UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN KAS YANG SEGERA

Kadang-kadang perusahaan membutuhkan uang yang melebihi jumlah kas yang tersedia. Pemenuhan kebutuhan uang ini dapat dilakukan dengan menggunakan piutang . ada 2 car menggunakan piutang untuk memenuhi kebutuhan uang yang segera yaitu (1) piutan gdipakai sebagai jaminan dan (2) mejual piutang (anjak piutang).

PIUTAN WESEL (WESEL TAGIH)

Weseladalh janji tertulis yang tidak bersyarat dari satu pihak kepada pihak lain untuk membayar sejumlah uang tertentu pada tanggal tertentu pada masa yang akn dating.
Piutan g weseldapat dipisahkan menjadi 2 macam yaitu:
1.    Piutang wesel yang tidak berbunga
2.    Piutan wesel berbunga

PERSEDIAAN BARANG

PENGERTIAN PERSEDIAAN BARANG

Secara  umum istilah persediaan barang dipakai untuk menunjukan barang-barang yang dimiliki untuk dijual kembali atau digunakan untuk memproduksi baran-barang yang akan dijual.
Jenis persediaan yang ada dalam perusahaan manufaktur sebagai berikut:
a.    Bahan baku dan penolong
b.    Supplies pabrik
c.    Barang dan proses
d.    Produk selesai

METODE PENCATATAN PERSESIAAN BARANG

Metode yang dapat digunakan dalam hubunga dengan pencatatan persediaan yaitu (1) metode fisik dan (2) metode buku.
1.    Metode fisik
Penggunaan metode fisik mengharuskan adanya penghiutngan barang yang masih ada pada tanggal penyusuna laporan keungan.
2.    Metode buku
Dalam metode buku setiap jenis persediaan dibuatatkan reking sendiri-sendiri yang merupakan buku pembantu persediaan.

MASALAH PEMILIKAN PERSDIAAN BARANG
Untuk menetukan apakah barang itu sudah dicatat sebagai persedaiaan. Dasar yang digunakan adalah hak pemilikan. Barang-barang akan dicatat sebagai persediaan pihak yang memiliki barang-barang tersebut, sehingga perubahan catatan persediaan akan didasarkan pada perpindahan hak pemlihan barang. Kesulitan menentukan perpindahan hak atas barang antara lain timbul dalam keadaan berikut:
a.    Barang-barang dalam perjalanan
b.    Barang-barang yang dipisahkan
c.    Barang-barang konsinyasi
d.    Penjulan angsuran

HARGA POKOK PERSEDIAAN
Dasar utama yang digunakan akuntansi persdiaan adalah harga pokok yang dirumuskan sebagai harga yan gdibayar atau yang dipertimbangkan untuk memperoleh suatu aktiva.

POTONGAN PEMBELIAN
Pada prisipnya potongan yang diterima adalah pengurang terhasao harga pokok persediaan kadan-kadang ditemui adanya perlakuan terhadap potongan pembelian sebagai pendapat lain-lain, cara ini tidak tepat karena mengakuai pendapatan pasa saat pembelian.

AKIBAT KESALAHAN MENCATAT PERSEDIAAN
Kesalahan dalam mencatat jumlah persediaan barang akan mempengaruhi neraca dan laporan rugi-laba.
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: PENGERTIAN TAGIHAN
Ditulis oleh gio akram
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://gioakram13.blogspot.com/2013/05/pengertian-tagihan.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 komentar:

Posting Komentar