Posted by gio akram Minggu, 13 Januari 2013 0 komentar

A. KOMPETENSI

  1. Memahami definisi BOP
  2. Mengetahui macam-macam BOP sesungguhnya
  3. Mengetahui faktor-faktor penentuan tarif BOP
  4. Mampu menghitung BOP dibebankan
  5. Memahami akuntansi selisih BOP

B. KONSEP
  1. Biaya Overhead Pabrik (BOP)
BOP adalah semua biaya produksi selain biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung.  Contoh: biaya listrik & air, biaya bahan penolong, biaya tenaga kerja tidak langsung, biaya sewa gedung pabrik, biaya depresiasi gedung pabrik, biaya reparasi dan pemeliharaan, biaya asuransi pabrik dan lain-lain. Karakteristik BOP yaitu jumlahnya tidak proporsional dengan volume produksi, sulit ditelusur dan diidentifikasi langsung ke produk atau pesanan,
dan jumlahnya tidak material.  Alokasi BOP ke produk menggunakan BOP sesungguhnya dan BOP dibebankan. BOP sesungguhnya adalah BOP yang benar-benar terjadi, sedangkan BOP dibebankan adalah BOP dengan menggunakan tarif yang ditentukan dimuka. BOP sesungguhnya sulit diterapkan disebabkan adanya kendala-kendala  seperti jumlahnya baru dapat diketahui pada akhir tahun, adanya fluktuasi BOP karena jenis biaya tertentu yang hanya terjadi pada suatu periode, sulit menelusuri BOP ke pesanan atau produk tertentu.
Soal-soal:
1). Jelaskan perbedaan BOP sesungguhnya dan BOP dibebankan!
2). Mengapa perusahaan menggunakan BOP pembebanan, jika sudah mempunyai informasi     BOP sesungguhnya?
3).    Mengapa perusahaan perlu mengevaluasi BOP sesungguhnya dan BOP dibebankan? bagaimana cara mengevaluasinya?
4).    Manakah diantara biaya-biaya dibawah ini yang merupakan BOP?
a). Susu cair segar dalam pembuatan es krim
b). Sol dalam pembuatan sepatu
c). Cat pernis pada produksi mebelair
d). Upah mandor pada pabrik permen
e). Depresiasi printer pada rental komputer
f). Benang sutra pada produksi tekstil

  1. Faktor-Faktor dalam Penentuan Tarif BOP
Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan tarif BOP terdiri atas tingkat kapasitas produksi dan dasar pembebanan.
a.   Tingkat Kapasitas Produksi
Kemampuan pabrik untuk berproduksi ada 4 tingkatan yaitu kapasitas teoritis, praktis, normal dan harapan. Kapasitas teoritis adalah kapasitas produksi maksimum (100%) tanpa mempertimbangkan kemacetan yang mungkin terjadi. Kapasitas praktis adalah kapasitas produksi dengan mempertimbangkan kemungkinan kemacetan. Kapasitas normal adalah kapasitas produksi praktis yang disesuaikan dengan permintaan barang jangka panjang, dan kapasitas harapan adalah kapasitas produksi praktis jangka pendek.
Setelah menentukan tingkat kapasitas produksi, berikutnya mengestimasi pengeluaran BOP baik yang bersifat variabel maupun yang tetap. untuk selanjutnya Kik Disini
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Penentuan Tarif Tunggal Biaya Overhead Pabrik
Ditulis oleh gio akram
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://gioakram13.blogspot.com/2013/01/penentuan-tarif-tunggal-biaya-overhead.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 komentar:

Posting Komentar